Minggu, 05 Maret 2017

MANHAJ MENGHAPAL AL-QURAN

Metode para sahabat dalam berinteraksi denganAl- Quran:

1. Qiraa'ah (membaca), hanya membaca saja. 
2. Tilaawah (memahami dan mengamalkan)

3. Tafsir

  • Tajwid adalah membaca dengan baik, benar, dan indah.
  • Tahsin  adalah perbaikan
  • Hudallinnas ------> petunjuk atau solusi yang membuat semua perkara menjadi mudah, misalnya untuk anak yang mulai baligh surat Lukman ayat 13-19, anak yang mulai jatuh cinta di surat Yusuf, dan seterusnya.
Sandaran dalil:

  • Al- Quran

QS. Al-Qomar 54:17
                   وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

QS. Al-Qomar 54:22 
                       يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran

QS. Al- Qomar 54:32
                  وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ


Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?


QS. Al- Qomar 54:40

                  وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

QS. Al- Muzammil 73:20

QS. Al- Qiyaamah 75:16-18

  • Hadist Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam

  1. HR. Muslim no.2700
  2. HR. At-Turmidzi no.2915 
Alquran membagi cara menghafal al- Quran kepada 3 bagian persiapan:


  • Persiapan pertama
  1. Motivasi supaya menjadi prioritas
         QS.17:82

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Artinya: Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.

      2. Ketenangan jiwa
      3. Rahmat Allah, ada 3 bentuk:

  1. Ketenangan jiwa saat ditimpa musibah sebelum di berikan solusi, dalil QS. Albaqarah:157
  2. Ampunan dari dosa yang sudah berlimpah, dalil QS. Az-Zumar 39:53
  3. Karunia tak terbatas dalam hal dunia (Rahmaan) dan akhirat (Rahiim)

  • Persiapan kedua
  1. Menepis keraguan (yakinkan pada sendiri alquran itu mudah untuk di hafalkan), dalil QS.54:17,  وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
  1. Kata "Al-Quran" maknanya sesuatu yang diperdengarkan, dan kata " al-Kitab" maknanya sesuatu yang dituliskan (untuk disentuh, dibolak- balik). Huruf Lam yang diikuti oleh huruf Qaf pada awal ayat menginformasikan bahwa keterangan selanjutnya adalah hal yang banyak menimbulkan keraguan pada manusia, karenanya Allah meyakinkan manusia bahwa hal itu tidaklah demikian.
  2.  Kata "yusrun" maknanya sangat mudah (Al-Quran itu dihafalkan), baik bagi anak- anak maupun orang dewasa, juga para manula.

  • Persiapan ketiga 
  1. Al-Hifzhu (proses menghafal)contoh buat tabel mulai menghafal dari hari Sabtu, untuk waktunya sebaiknya sebelum atau sesudah shubuh.
  2. Murooja'ah (proses mengulang)
  3. Muzaakarah (proses mengingat-ingat)
Walhamdulillah. Semoga Allah menanamkan al-quran kedalam qalbu- qalbu kita dan tidak akan pernah melupakannya.


(Pemateri: Ustadz Adi Hidayat,Lc.MA)

Bogor, 6 Jumadil Akhir 1438H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar