UCAPAN- UCAPAN SALAF TENTANG AL-HAMDU
Diriwayatkan oleh selain Abu Ma'mar, dari Hafsh, ia berkata:"Umar berkata kepada 'Ali dan para Sahabat yang berada di sisinya:"Kami telah mengetahui tentang Laa Ilaaha illaallah, Subhanallaah dan Allahu Akbar. Lalu apa al-hamdulillaah itu?" Maka 'Ali menjawab:"Ia adalah kalimat yang disukai oleh Allah Ta'ala bagi diri-Nya dan Dia meridhoinya bagi diri-Nya serta menyukai kalimat itu diucapkan." (Ibnu Abi Hatim,!/15)
Dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata:"A-hamdulillaah adalah kalimat syukur. Apabila seorang hamba mengucapkan "Alhamdulillaah", maka Allah berfirman:"Hambaku telah memuji-Ku." (Ibnu Abi Hatim)
(Tafsir Ibnu Katsir)
22 februari 2017
Rabu, 22 Februari 2017
Selasa, 21 Februari 2017
TAFSIR IBNU KATSIR
AL-FATIHAAH AYAT 2
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
"Segala Puji bagi Allah Rabb semesta alam." (QS.1:2)
Abu Ja'far bin Jarir berkata:"Makna Alhamdulillaah adalah bersyukur kepada Allah Ta'ala semata dan bukan kepada sesembahan selain-Nya, bukan juga kepada makhluk yang telah Dia ciptakan, atas segala nikmat yang telah Dia anugrahkan kepada para hambna-Nya yang tidak terhingga jumlahnya.
Ibnu Jarir rahimahullah mengatakan:"Alhamdulillaah merupakan pujian Allah bagi diri-Nya. Di dalamnya terkandung perintah kepada hamba- hamba-Nya agar mereka memuji diri-Nya, seolah- olah Dia mengatakan:"Ucapkanlah Alhamdulillah."
Ada yang mengatakan bahwa ucapan al-hamdulillaah adalah pujian bagi Allah dengan Nama- Nama-Nya yang husna (baik) dan sifat- sifat-Nya yang 'ulya (tinggi). Adapun ucapan Asy- Syukru lillaah adalah pujian bagi-Nya atas segala nikmat dan pertolongan-Nya."
Abu Nashr Isma'il bin Hammad al-Jauhari mengatakan:"Al-hamdu (pujian) adalah lawan dari adz-dzammu (celaan).Engkau mengatakan,"Aku memuji seorang Laki- laki dengan sebuah pujian."
Orang yang memuji adalah hamiid dan orang yang dipuji adalah mahmuud. At- tahmiid memiliki makna lebih daripada al- hamdu.Al- hamdu lebih umum daripada Asy- Syukru.
Dia (Abu Nashr) adalah pujian atas orang yang berbuat kebaikan karena kebaikannya, maka dikatakan:"Syakartuhu" atau"Syakartu lahu" (aku bersyukur kepadanya)."
(Tafsir Ibnu Katsir)
22 februari 2017
NAMA-NAMA ALLAH YANG BOLEH DIBERIKAN KEPADA SELAIN-NYA
Diantara Nama-Nama Allah yang boleh diberikan kepada selain diri-Nya, adalah selain AR-RAHMAAN, AL_KHAALIQ, AR-ROZAAQ dan sebagainya.
Karena itulah, DIA memulai dengan Nama-Nya (yang paling terkenal), yaitu Allah kemudian menyifati-Nya denganAR-Rahmaan, karena Ar-Rahmaan lebih khusus dan lebih dikenal daripada Ar-Rahiim. Nama yang disebut lebih dahulu adalah nama yang paling mulia, karenanya Dia memulai dengan menyebut Nama-Nya yang lebih khusus, dan seterusnya.
Di dalam hadist Ummu Salamah menyebutkan bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam biasa memutus bacaan beliau huruf demi huruf (ayat demi ayat): Bismillaahirahmaanirrahiim. Alhamdulillaahi Rabbil 'aalamiin. Ar-Rahmaanirrahiim. Maalikiyaumiddiin.
Maka sebagian ulamapun membacanya demikian. Tetapi diantara mereka adapula yang menyambungnya.
(Tafsir Ibnu Katsir)
Bogor 22 februari 2017
Nama AR-RAHMAAN KHUSUS BAGI ALLAH
Nama AR-RAHMAAN khusus bagi Allah dan tidak boleh diberikan kepada selain-Nya. Sebagaimana firman-Nya:
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ
Artinya: "Katakanlah:"Serulah Allah atau serulah Ar-Rahmaan. Dengan Nama yang mana saja kamu seru, dia mempunyai al-Asmaa-ul Husna (Nama- Nama ynag terbaik). (QS.Al-Israa':110)
Dan juga firman-Nya:
وَاسْأَلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُسُلِنَا أَجَعَلْنَا مِنْ دُونِ الرَّحْمَٰنِ آلِهَةً يُعْبَدُونَ
Artinya:
"Dan tanyakanlah kepada Rasul- Rasul Kami yang telah Kami utus sebelummu:"Adakah kami menentukan ilah-ilah untuk diibadahi selain Allah Yang Maha Pemurah?" (QS.Az-Zukhruf:45)
AdapunAr-Rahiim, Allahu Ta'ala telah menyifatkannya kepada selain-Nya. Sebagaimana firman-Nya:
Nama AR-RAHMAAN khusus bagi Allah dan tidak boleh diberikan kepada selain-Nya. Sebagaimana firman-Nya:
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ
Artinya: "Katakanlah:"Serulah Allah atau serulah Ar-Rahmaan. Dengan Nama yang mana saja kamu seru, dia mempunyai al-Asmaa-ul Husna (Nama- Nama ynag terbaik). (QS.Al-Israa':110)
Dan juga firman-Nya:
وَاسْأَلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُسُلِنَا أَجَعَلْنَا مِنْ دُونِ الرَّحْمَٰنِ آلِهَةً يُعْبَدُونَ
Artinya:
"Dan tanyakanlah kepada Rasul- Rasul Kami yang telah Kami utus sebelummu:"Adakah kami menentukan ilah-ilah untuk diibadahi selain Allah Yang Maha Pemurah?" (QS.Az-Zukhruf:45)
AdapunAr-Rahiim, Allahu Ta'ala telah menyifatkannya kepada selain-Nya. Sebagaimana firman-Nya:
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Artinya:"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginnginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang kepada orang mukmin." (QS.At-Taubah:128)
Sebagaimana Allah telah menyifati selain diri-Nya dengan Nama-Nya yang lain. Sebagaimana firman-Nya:
إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا
Artinya:
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu kami jadikan dia mendengar dan melihat." (QS.Al-Insaan :2)
(Tafsir Ibnu Katsir)
(Tafsir Ibnu Katsir)
Bogor, 22 Februari 2017
Senin, 20 Februari 2017
TAFSIR AR-RAHMAAN AR-RAHIIM
(1) بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
....Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS.1:1)
Abu 'Ali al-Farisi berkata:"Ar- Rahman merupakan nama yang bersifat umum meliputi segala bentuk rahmat, dan dikhususkan bagi Allah semata. Sedangkan Ar- Rahiim ditujukan untuk orang yang beriman. Allah berfirman:
وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا
Artinya:"Dia Maha Penyayang kepada orang yang beriman." (QS. Al-Ahzaab:43)
Ibnu abbas Radhiyallahu 'anhu mengatakan:"Keduanya adalah dua nama yang mengandung kelembutan. Dan salah satunya lebih lembut dari yang lainnya, yakni lebih banyak mengandung rahmat." (tafsir at-Thabari,I/127)
Abu 'Ali al-Farisi berkata:
"Ar-Rahmaan merupakan Nama yang bersifat umum meliputi segala bentuk rahmat, dan dikhususkan bagi Allah semata. Sedangkan Ar-Rahiim ditujukan bagi orang- orang yang beriman. Allah berfirman:"Dia Maha Penyayang kepad orang- orang yang beriman."(QS.Al-Ahzaab:43)
Ibnu Jarir meriwayatkan: Telah berkata kepada kami as-Sarri bin Yahya at-Tamimi, telah berkata kepada kami Ustman bin Zufar, aku mendengar al-Azrami berkata tentang Ar-Rahmaan untuk seluruh makhluk dan Ar-Rahiim untuk orang- orang yang beriman.
(Tafsir Ibnu Katsir)
Bogor, 22 Februari 2017
Abu 'Ali al-Farisi berkata:
"Ar-Rahmaan merupakan Nama yang bersifat umum meliputi segala bentuk rahmat, dan dikhususkan bagi Allah semata. Sedangkan Ar-Rahiim ditujukan bagi orang- orang yang beriman. Allah berfirman:"Dia Maha Penyayang kepad orang- orang yang beriman."(QS.Al-Ahzaab:43)
Ibnu Jarir meriwayatkan: Telah berkata kepada kami as-Sarri bin Yahya at-Tamimi, telah berkata kepada kami Ustman bin Zufar, aku mendengar al-Azrami berkata tentang Ar-Rahmaan untuk seluruh makhluk dan Ar-Rahiim untuk orang- orang yang beriman.
(Tafsir Ibnu Katsir)
Bogor, 22 Februari 2017
MAKNA LAFZHUL JALAALAH ( اللّهِ )
(Allah) adalah nama untuk Allah Tabaaraka wa Ta'ala. Disebutkan bahwa Allah adalah al-ismul 'azham (nama yang paling agung), karena nama itu menyandamh semua sifat.
Sebagaimana firman Allah Ta'ala:
22 - هُوَ اللَّهُ الَّذي لا إِلهَ إِلاَّ هُوَ عالِمُ الْغَيْبِ وَ الشَّهادَةِ هُوَ الرَّحْمنُ الرَّحيم
23 - هُوَ اللَّهُ الَّذي لا إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُ
24 - هُوَ اللَّهُ الْخالِقُ الْبارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْماءُ الْحُسْنى يُسَبِّحُ لَهُ ما فِي السَّماواتِ وَ الْأَرْضِ وَ هُوَ الْعَزيزُ الْحَكيمُ
Artinya: Dia-lah Allah Yang tidak ada Ilah (yang berhak disembah dengan benar) selain Dia, Yang Mengetahui Yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Dia-lah Allah Yang tidak ada Ilah (yang berhak disembah dengan benar) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan, Dia-lah Allah yang menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang mempunyai Nama- Nama yang paling baik. Bertasbih kepada- Nya apa yang ada dilangit dan di bumi. Dan Dia-lah Yaha Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(QS. Al- Hasyr:22-24)
Dengan demikian semua Nama- Nama yang baik itu merupakan sifat-Nya, sebagaimana firnan-Nya:
| وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ |
Artinya: Hanya milik Allah-lah Asma'ul Husna, maka bermohon-lah kepada-Nya dengan menyebut Asma'ul Husna ini.(QS.Al- 'Araaf:180)
Dalam kitab Shahih Bukhori dan Shahih Muslim diriwayatkan dari hadist Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah memililiki 99 Nama, seratus kurang satu. Barangsiapa yang menjaganya, niscaya ia masuk syurga."(HR,Bukhori-Muslim)
(Tafsir Ibnu Katsir)
Dalam kitab Shahih Bukhori dan Shahih Muslim diriwayatkan dari hadist Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah memililiki 99 Nama, seratus kurang satu. Barangsiapa yang menjaganya, niscaya ia masuk syurga."(HR,Bukhori-Muslim)
(Tafsir Ibnu Katsir)
(Tafsir Ibnu Katsir)
KEUTAMAAN BASMALAH
Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya meriwayatkan dari seorang yang dibonceng oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata,”Tunggangan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tergelincir, maka aku katakan:”Celaka syaitan.” Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”
"Janganlah engkau mengucapkan celakalah syaithan. Karena jika engkau mengucapkannya, maka ia akan membesar dan berkata,"Dengan kekuatanku, aku jatuhkan dia."Maka jika engkau mengucapkan "Bismillah", maka ia akan menjadi kecil hingga seperti seekor lalat."
(HR.Imam Ahmad, disahihkan oleh syaikh al-Albani dalam Shahihul Jaami')
Disunnahkan membaca basmalah pada awal setiap ucapan dan perbuatan. Begitu pula ketika hendak berwudhu', Abu Hurairah, Sa'id bin Zaid, Abu Zaid, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam berkata,
"Tidaklah sempurna wudhu' bagi orang yang tidak menyebut Nama Allah (mengucapaka basmalah) padanya." (HR.Imam Ahmad, hadist hasan)
"Janganlah engkau mengucapkan celakalah syaithan. Karena jika engkau mengucapkannya, maka ia akan membesar dan berkata,"Dengan kekuatanku, aku jatuhkan dia."Maka jika engkau mengucapkan "Bismillah", maka ia akan menjadi kecil hingga seperti seekor lalat."
(HR.Imam Ahmad, disahihkan oleh syaikh al-Albani dalam Shahihul Jaami')
Disunnahkan membaca basmalah pada awal setiap ucapan dan perbuatan. Begitu pula ketika hendak berwudhu', Abu Hurairah, Sa'id bin Zaid, Abu Zaid, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam berkata,
"Tidaklah sempurna wudhu' bagi orang yang tidak menyebut Nama Allah (mengucapaka basmalah) padanya." (HR.Imam Ahmad, hadist hasan)
(Tafsir Ibnu Katsir)
Bogor, 18 Februari 2017
Bogor, 18 Februari 2017
Langganan:
Postingan (Atom)