Selasa, 21 Februari 2017

TAFSIR IBNU KATSIR

                                AL-FATIHAAH AYAT 2


                      الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

"Segala Puji bagi Allah Rabb semesta alam." (QS.1:2)

Abu Ja'far bin Jarir berkata:"Makna Alhamdulillaah adalah bersyukur kepada Allah Ta'ala semata dan bukan kepada sesembahan selain-Nya, bukan juga kepada makhluk yang telah Dia ciptakan, atas segala nikmat yang telah Dia anugrahkan kepada para hambna-Nya yang tidak terhingga jumlahnya.

Ibnu Jarir rahimahullah mengatakan:"Alhamdulillaah merupakan pujian Allah bagi diri-Nya. Di dalamnya terkandung perintah kepada hamba- hamba-Nya agar mereka memuji diri-Nya, seolah- olah Dia mengatakan:"Ucapkanlah Alhamdulillah."

Ada yang mengatakan bahwa ucapan al-hamdulillaah adalah pujian bagi Allah dengan Nama- Nama-Nya yang husna (baik) dan sifat- sifat-Nya yang 'ulya (tinggi). Adapun ucapan Asy- Syukru lillaah adalah pujian bagi-Nya atas segala nikmat dan pertolongan-Nya." 

Abu Nashr Isma'il bin Hammad al-Jauhari mengatakan:"Al-hamdu (pujian) adalah lawan dari adz-dzammu (celaan).Engkau mengatakan,"Aku memuji seorang Laki- laki dengan sebuah pujian." 
Orang yang memuji adalah hamiid dan orang yang dipuji adalah mahmuud. At- tahmiid memiliki makna lebih daripada al- hamdu.Al- hamdu lebih umum daripada Asy- Syukru.
Dia (Abu Nashr) adalah pujian atas orang yang berbuat kebaikan karena kebaikannya, maka dikatakan:"Syakartuhu" atau"Syakartu lahu" (aku bersyukur kepadanya)."


(Tafsir Ibnu Katsir)

22 februari 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar