Rabu, 24 Februari 2016

Tahukah Engkau Syirik Besar itu?

Saudaraku...tahukah engkau apa itu syirik besar? Yaitu:

  1. Engkau meminta bantuan ( mencari berkah) dari mereka yang mati atau mereka yang tidak hadir (ghaib).
  • Allah telah berfirman,
    

 .وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ 
يُخْلَقُونَ. أَمْوَاتٌ غَيْرُ أَحْيَاءٍ ۖوَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ


Artinya:                                                                                                          

"Dan berhala- berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun,sedang berhala- berhala itu sendiri dibuat orang. (Berhala- berhala itu) benda mati, tidak hidup, dan berhala- berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah- penyembahnya akan dibangkitkan." (QS.An-Nahl:20-21)

  • dan Allah juga berfirman,
                  ...إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ
Artinya:

"...(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabb-mu, lalu diperkenankan bagimu,"(QS,Al-Anfaal:9)
  • Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu, aku memohon pertolongan (kepada-Mu)."

     2. Engkau memohon pertolongan  kepada selain Allah.
  • Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
                                       إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Artinya:

"Hanya kepada-Mu kamiberibadah, dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan." (QS. Al-Fatiha: 5)

      3. Engkau bernazar kepada selain Allah.


Jumat, 19 Februari 2016

Pahami Kesyirikan agar Engkau Selamat darinya...

 Syirik adalah dosa besar yang paling besar dan merupakan kezaliman terbesar, yang dapat menyeret manusia menjadi bahan bakar api neraka selama-lamanya. Maka sebaiknya kita memahami hakikat kesyirikan itu sendiri. Karena siapa yang tidak mengetahuinya, dikhawatirkan akan terperosok di dalamnya tanpa disadarinya.
Seorang penyair Arab, Abu Faras al-Hamdani,
                                              عَرَفْتُ الشَّرَّ لَا لِلشَّر … رِ لَكِنْ لِتَوَقِّيهِ
وَمَنْ لَا يَعْرِفِ الشَّرَّ … مِنَ النَّاسِ يَقَعْ فيهِ!
Aku mengetahui keburukan bukan untuk berbuat keburukan…Akan tetapi agar mampu terhindar darinya…
Karena barang siapa dari manusia yang tidak mengetahui keburukan..
Suatu saat akan terjerumus ke dalamnya!

Pentingnya mengetahui sesuatu dengan mengenal lawannya, sebuah sya’ir mengatakan:
و بضدها تتبين الأشياء
"Dengan mengetahui kebalikannya, akan nampak jelas hakikat suatu perkara.”

SYIRIK adalah Kezaliman Terbesar!


  1.  Apakah dosa yang paling besar di sisi Allah?
Dosa yang paling besar adalah syirik kepada Allah. 
  • Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'Ala:
                                               يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِالَّهِ ۖإِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Artinya: "...Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah (Syirik), sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar- benar kezaliman yang besar." (QS.Luqman:13)
  • Juga ketika Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam ditanya:"Dosa apakah yang paling besar?Maka Beliau menjawab: 
            Kamu menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Dia-lah yang telah menciptakanmu." (HR.Bukhori-Muslim)

     2. Apakah Syirik Besar itu?

Syirik besar adalah beribadah kepada selain Allah, seperti menyeru atau berdo'a kepada selain Allah, mencari keberkahan dari yang mati.

  • Allah Subhaanahu wa ta'ala berfirman:

                                           وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
Artinya:

"Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun...(QS. An-Nisaa':36)

  • Dan Rasulullahpun bersabda:
"Dosa terbesar dari yang paling besar adalah berbuat syirik kepada Allah."
( HR.Al-Bukhori)

Rabu, 10 Februari 2016

Beramal Sesuai dengan Al-Quran dan al-Hadist (As-Sunnah)

  1.  Mengapa Allah menurunkan al-Quran?                                                                             Allah menurunkan Al-Quran agar umat manusia dapat beribadah sesuai dengan perintah-Nya.
  • Allah berfirman:
                            اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ

Artinya: "Ikutilah yang telah diturunkan kepadamu dari Rabb-mu..."
  • Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Bacalah Al-quran dan beramallah berdasarkan al-Quran itu, janganlah kalian menjauhkan diri darinya," (HR.Imam Ahmad)

       2. Apakah hukumnya beramal dengan hadist shahih?

Beramal dengan hadist shahih hukumnya wajib.

  • Allah Ta'ala memerintahkan,
                            وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

Artinya: "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkanlah." (QS. Al-Hasyr:7)

  • Selain itu Allah Ta'ala juga berfirman,
                                           ...الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ

 Artinya: "Pada hari ini telah AKU sempurnakan bagi kalian agama kalian..."
  • Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan:
"Kewajiban bagi kalian berpegang pada sunnahku dan sunnah Khulafa yang mendapat petunjuk dan bimbingan. Berpeganglah dengan kuat padanya," 


Hak Para Hamba atas Allah Ta'ala

Tujuan perintah Tauhid adalah untuk mendapatkan keselamatan dari siksa (hukuman) di akhirat, hidayah di dunia, dan pengampunan dosa- dosa.
  • Allah Subhaanahu wa ta'ala berfirman:
                             الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الأمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ  
 
Artinya: "Orang- orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang- oranapatkan yang mendapatkan keamanan (dari hukuman) dan mereka itulah orang- orang yang mendapatkan." (QS.Al An'am: 82)
  • Dan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Hak para hamba atas Allah adalah bahwa DIA tidak akan mengazab mereka yang tidak berbuat syirik sedikitpun kepada-Nya." (HR,Bukhori-Muslim)                        

Selasa, 09 Februari 2016

Amal Ibadahmu Tertolak, kecuali...


  1. Apakah syarat- syarat diterimanya amal perbuatan kita?:
 Syarat- syarat agar amal ibadah kita diterima oleh Allah ada 3;a'ala
  1. Iman kepada Allah dan mentauhidkan-Nya.
  • Dalilnya sesuai dengan firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala:
                                  إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا

Artinya: "Sesunggunya orang- orang yang beriman dan shaleh bagi mereka adalah syurga firdaus menjadi tempat tinggalnya." (QS. Al Kahfi:107)

  • Dan Rasulullah shalalaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Katakanlah:"Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqomah (tetap teguh di jalan yang lurus)," (HR.Muslim)

     2. Ikhlas, yaitu beramal karena Allah, bukan karena ingin dilihat orang (pamer) atau didengar.

  • Sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa ta'ala:
                                         فَادْعُوا الَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

 Artinya: "Maka beribadahlah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya" (QS.Ghaafir:14)

      3.Sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah (yaitu sesuai as-Snnah) 
  • Allah Subhaanahu wa ta'ala berfirman:
                                        ۚوَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

Artinya: "Apa yang diberikan Rasul kepaidamu, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarang bagimu maka tnggalkanlah." (QS. Al-Hasyr:7)
  •  Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam juga menegaskan:
"Barangsiapa yang melakukan amalan yang tidak termasuk urusan agama kami, maka amalan tersebut tertolak." (HR.Muslim)



Pentingnya Kaidah Tauhid

  1. Mengapa Allah mengutus para Rasul?
Allah  mengutus para Rasul untuk mengajak manusia beribadah kepada Allah, dan menola Allah sajak peribadatan kepada selain Allah. 
  • Dalilnya firman Allah Subhanaahu wa taa'la:
                                        ...وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

Artinya; Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap- tiap umat (untuk menyerukan): "Beribadahlah kepada Allah (saja), dan jauhilah thoghut itu...(QS. an-Nahl:36)
  • Dan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:                                                                                  "Para Nabi adalah bersaudara...dan agama mereka satu." (HR.Bukhori-Muslim)

     2. Apa yang dimaksud dengan Tauhid Rubuubiyyah?

Tauhid Rubuubiyyah adalah mentauhidkan segala perbuatan-Nya, seperti penciptaan, pemeliharaan (urusan alam semesta), dan lain- lain.
  • Sebagaimana dalilnya, Allah Subhaanahu wa ta'ala berfirman:
                                                             ...الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Artinya: "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam...(Rabb adalah Dzat yang harus ditaati, Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara)
  • Juga Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:                                                                                     "Engkau (wahai Allah) adalah Rabb langit dan bumi." (HR.Bukhori-Muslim)
   
  3. Apa yang dimaksud dengan tauhid Uluuhiyyah?

Tauhid Uluuhiyyah adalah mentauhidkan Allah dalam beribadah kepada-Nya, seperti berdo'a, menyembelih, dan lain- lain.

  • Dalil firman Allah Subhaanahu wa ta'ala:
                                              وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الرَّحْمَنُ

Artinya: "Dan Ilah-mu adalah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah yang berhak diibadahi melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyanyang." (QS.Al-Baqarah:163)

  • Dan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam:
"Maka hendaklah hal pertama yang kamu serukan kepada mereka adalah persaksian bahwa: "Tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah." (HR.Bukhori-Muslim)

"Maka hendaklah hal pertama yang kamu serukan kepada mereka adalah mentauhidkan Allah ta'ala." (HR,Bukhori)

      4. Apa yang dimaksud dengan Tauhid Asma wa-Shifaat?

Tauhid Asma wa-Shifaat adalah menetapkan Nama- nama dan Sifat- sifat bagi Allah, yang telah Allah jelaskan sendiri di dalam Kitab-Nya, atau dijelaskan oleh Rasulullah dalam hadist- hadist shahih.

Penetapan tersebut sesuai dengan hakikatnya, tanpa takwil (menafsirkan), tamtsil (menyerupai), ta'thil (penghapusan), takyif (menanyakan bagaimana?), seperti bersemayam-Nya diatas Arasy', atau turun-Nya (kelangit dunia), atau tangan-Nya-yang layak dengan kesempurnaan-Nya.

  • Sebagaimana dalil yang Allah firmankan:
                                                    لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖوَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِي...

Artinya: ...Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat." (QS.Asy-Syura':11)

  • Dan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda:                                                                                            "Allah turun ke langit dunia setiap malam." (HR.Muslim)
(Dia turun sesuai dengan keagungan-Nya yang tidak seorangpun dari makhluk-Nya dapat menyamai-Nya)

      

Senin, 08 Februari 2016

Hak Allah Atas Para Hamba-Nya

  1. Untuk apa Allah menciptakan kita?

  2. Dia menciptakan kita untuk beribadah kepada-Nya dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. 
  • Dalilnya adalah firman Allah wa ta'ala:      
                                            وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ     
     Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka               mengabdi kepada-Ku.   (QS. Adzaariyat-56) 
  • Juga Sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam: "Hak Allah atas hamba- hamba-Nya hendaklah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun."  (HR.Bukhori-Muslim)

    2. Apakah ibadah itu? 
Ibadah adalah segala ucapan dan perbuatan yang dicintai Allah, seperti do'a, sholat, menyembelih kurban, dan lain- lain.
  • Dalilnya adalah firman Allah wa ta'ala: 
                           قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
     
     Artinya: Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku
     hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam...(QS. Al-An"aam:162)

  • Dan sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam:
     "Tidaklah hamba-Ku bertaqarrub (mendekat) kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih
Aku cintai daripada hal- hal yang Aku wajibkan kepadanya."
(Hadis Qudsi riwayat al-Bukhori)


     3. Bagaimana kita beribadah kepada Allah?

 Kita beribadah kepada-Nya dengan cara yang sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.
  • Dalilnya adalah firman Allah wa ta'ala:
                              يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ

      Artinya: "Hai orang- orang yang beriman, taatilah Allah , dan taatilah Rasulullah dan janganlah    kamu merusak (pahala) amal- amalmu.

  • Juga Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam:
        "Barangsiapa yang melakukan amalan yang tidak termasuk dalam urusan agama kami, maka amalan tersebut tertolak." (HR. Muslim)

     4. Haruskah kita beribadah kepada Allah dengan rasa takut (khauf) dan harapan (rajaa)

Ya, demikianlah kita beribadah kepada-Nya.

  • Dalilnya Allah Subhanaahu wa ta'ala berfirman:
                                                         ...يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا...

         Artinya: ...Mereka selalu berdo'a kepada Rabb-Nya dengan penuh rasa takut 
dan harap... (QS.as-Sajdah:16)
  • Dan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, bersabda:
         "Apa yang kamu perbuat, jika kamu sholat? Maka pemuda itu menjawab:Saya meminta surga kepada-Nya dan saya memohon perlindung kepada-Nya dari neraka." (HR.Abu Dawud)

     5. Apa yang dimaksud Ihsan dalam ibadah?

Ihsan adalah merasakan pengawasan Allah dalam ibadah.

  • Dalilnya sesuai dengan firman Allah Subhaanahu wa ta'ala:
                                              وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ...الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ

Artinya: Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sholat), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmua diantara orang- orang yang sujud. (QS. Asy-Syu'araa':218-219)
  • Juga sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam:
     "Kamu beribadah kepada Allah seakan- akan kamu melihat-Nya. maka apabila kamu tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu." (HR.Muslim)

Minggu, 07 Februari 2016

Ambillah Akidahmu

Dari ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan:
“Ketika kami duduk di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari, tiba-tiba datang kepada kami seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, rambutnya sangat hitam, tidak terlihat padanya bekas perjalanan jauh, dan tidak seorang pun dari kami yang mengenalnya. Hingga ia duduk menghampiri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menyandarkan kedua lututnya pada kedua lutut beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan meletakkan kedua telapak tangannya diatas kedua pahanya (paha orang itu) seraya mengatakan:
‘Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku tentang Islam.’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan menunaikan haji ke Baitullah jika engkau mampu mengadakan perjalanan kepadanya.’
Ia mengatakan: ‘Engkau benar.’
Kami heran kepadanya, ia yang bertanya, ia pula yang membenarkan.

Ia mengatakan: ‘Kabarkanlah kepadaku tentang iman.’
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Engkau beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasaul-Nya, hari Akhir, dan beriman kepada takdir baik dan buruknya.’
Ia mengatakan: ‘Engkau benar.’

Ia mengatakan: ‘Kabarkanlah kepadaku tentang ihsan.
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau (memang)  tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.’
Ia mengatakan: ‘Kabarkanlah kepadaku tentang Kiamat.’

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Tidaklah orang yang ditanya tentangnya lebih mengetahui dari orang yang bertanya.’
Ia mengatakan ‘Kabarkanlah kepadaku tentang tanda-tandanya.’

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Seorang hamba sahaya wanita melahirkan tuannya, dan engkau melihat orang-orang yang berjalan tanpa alas kaki, tidak berpakaian lagi fakir, dan penggembala kambing saling berlomba-lomba meninggikan bangunan.’
Kemudian laki-laki itu pergi, tetapi aku masih diam tercengang (beberapa lama).

Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: ‘Wahai ‘Umar, tahukah engkau siapakah orang yang bertanya itu?’
Aku menjawab: ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.’
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Ia adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajari kalian tentang agama kalian.'”

(HR.Muslim)
Pada suatu hari kami (Umar Ra dan para sahabat Ra) duduk-duduk bersama Rasulullah Saw. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah Saw. Kedua kakinya menghempit kedua kaki Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah Saw, seraya berkata, "Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam." Lalu Rasulullah Saw menjawab, "Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu." Kemudian dia bertanya lagi, "Kini beritahu aku tentang iman." Rasulullah Saw menjawab, "Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada Qodar baik dan buruknya." Orang itu lantas berkata, "Benar. Kini beritahu aku tentang ihsan." Rasulullah berkata, "Beribadah kepada Allah seolah-olah anda melihat-Nya walaupun anda tidak melihat-Nya, karena sesungguhnya Allah melihat anda. Dia bertanya lagi, "Beritahu aku tentang Assa'ah (azab kiamat)." Rasulullah menjawab, "Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya." Kemudian dia bertanya lagi, "Beritahu aku tentang tanda-tandanya." Rasulullah menjawab, "Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat." Kemudian orang itu pergi menghilang dari pandangan mata. Lalu Rasulullah Saw bertanya kepada Umar, "Hai Umar, tahukah kamu siapa orang yang bertanya tadi?" Lalu aku (Umar) menjawab, "Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui." Rasulullah Saw lantas berkata, "Itulah Jibril datang untuk mengajarkan agama kepada kalian." (HR. Muslim) - See more at: http://sejukkan-iman.blogspot.co.id/2015/07/dialog-rasul-saw-dan-malaikat-jibril.html#sthash.vK4Ro5P6.dpuf