- Mengapa Allah mengutus para Rasul?
Allah mengutus para Rasul untuk mengajak manusia beribadah kepada Allah, dan menola Allah sajak peribadatan kepada selain Allah.
- Dalilnya firman Allah Subhanaahu wa taa'la:
...وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
Artinya; Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap- tiap umat (untuk menyerukan): "Beribadahlah kepada Allah (saja), dan jauhilah thoghut itu...(QS. an-Nahl:36)
- Dan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Para Nabi adalah bersaudara...dan agama mereka satu." (HR.Bukhori-Muslim)
2. Apa yang dimaksud dengan Tauhid Rubuubiyyah?
Tauhid Rubuubiyyah adalah mentauhidkan segala perbuatan-Nya, seperti penciptaan, pemeliharaan (urusan alam semesta), dan lain- lain.
- Sebagaimana dalilnya, Allah Subhaanahu wa ta'ala berfirman:
...الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Artinya: "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam...(Rabb adalah Dzat yang harus ditaati, Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara)
- Juga Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Engkau (wahai Allah) adalah Rabb langit dan bumi." (HR.Bukhori-Muslim)
3. Apa yang dimaksud dengan tauhid Uluuhiyyah?
Tauhid Uluuhiyyah adalah mentauhidkan Allah dalam beribadah kepada-Nya, seperti berdo'a, menyembelih, dan lain- lain.
- Dalil firman Allah Subhaanahu wa ta'ala:
وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الرَّحْمَنُ
Artinya: "Dan Ilah-mu adalah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah yang berhak diibadahi melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyanyang." (QS.Al-Baqarah:163)
Artinya: "Dan Ilah-mu adalah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah yang berhak diibadahi melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyanyang." (QS.Al-Baqarah:163)
- Dan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam:
"Maka hendaklah hal pertama yang kamu serukan kepada mereka adalah persaksian bahwa: "Tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah." (HR.Bukhori-Muslim)
"Maka hendaklah hal pertama yang kamu serukan kepada mereka adalah mentauhidkan Allah ta'ala." (HR,Bukhori)
4. Apa yang dimaksud dengan Tauhid Asma wa-Shifaat?
Tauhid Asma wa-Shifaat adalah menetapkan Nama- nama dan Sifat- sifat bagi Allah, yang telah Allah jelaskan sendiri di dalam Kitab-Nya, atau dijelaskan oleh Rasulullah dalam hadist- hadist shahih.
Penetapan tersebut sesuai dengan hakikatnya, tanpa takwil (menafsirkan), tamtsil (menyerupai), ta'thil (penghapusan), takyif (menanyakan bagaimana?), seperti bersemayam-Nya diatas Arasy', atau turun-Nya (kelangit dunia), atau tangan-Nya-yang layak dengan kesempurnaan-Nya.
4. Apa yang dimaksud dengan Tauhid Asma wa-Shifaat?
Tauhid Asma wa-Shifaat adalah menetapkan Nama- nama dan Sifat- sifat bagi Allah, yang telah Allah jelaskan sendiri di dalam Kitab-Nya, atau dijelaskan oleh Rasulullah dalam hadist- hadist shahih.
Penetapan tersebut sesuai dengan hakikatnya, tanpa takwil (menafsirkan), tamtsil (menyerupai), ta'thil (penghapusan), takyif (menanyakan bagaimana?), seperti bersemayam-Nya diatas Arasy', atau turun-Nya (kelangit dunia), atau tangan-Nya-yang layak dengan kesempurnaan-Nya.
- Sebagaimana dalil yang Allah firmankan:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖوَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِي...
Artinya: ...Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat." (QS.Asy-Syura':11)
- Dan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: "Allah turun ke langit dunia setiap malam." (HR.Muslim)
(Dia turun sesuai dengan keagungan-Nya yang tidak seorangpun dari makhluk-Nya dapat menyamai-Nya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar